PertanyaanTentang Bimbingan Konseling : Skb Bk Soal Pendekatan Teknik Konseling Kasus Kasus Youtube : Check spelling or type a new query. - wipenaedu - Wajibanda lakukan apabila ingin lulus dalam seleksi penerimaan PPPK Guru Bimbingan dan Konseling tahun 2021-2022. Kumpulan soal bimbingan konseling. SOAL SOAL MATERI BK 1. Latihan soal Bimbingan Dan Konseling TUGAS MANDIRI. Soal soal cpns guru bimbingan dan konseling 2018 ini tentunya akan sangat berguna bagi anda yang ingin mengkuti tes cpns Soalbimbingan konseling. 1. SOAL - SOAL MATERI BK 1. Layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan berkenaan dengan: A A. Pengembangan kondisi kehidupan efektif sehari-sehari (KES) B. Pengembangan kondisi kehidupan efektif sehari-sehari yang terganggu (KES-T) C. Pengembangan kehidupan pribadi D. pengembangan kehidupan sosial 2. Penjelasandan Pembahasan. Jawaban a. hasil layanan bimbingan konseling dan keterangan tentang peserta didik/konseli, treatmen serta tindak lanjut menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.. Jawaban b. hasil layanan bimbingan konseling dan keterangan tentang peserta didik/konseli, serta laiseg, laijapen, laijapangb Pelaporandan Penggunaan Hasil Evaluasi Bimbingan dan Konseling merupakan kompetensi profesional yang harus dikuasai oleh guru BK. Seberapa besar penguasaan Anda terhadap evaluasi berikut ini ada Latihan Soal Seri PPPK BK Pelaporan dan Penggunaan Hasil Evaluasi. Guru BK perlu melakukan evaluasi untuk melihat hasil ketercapaian program Bimbingan TujuanPenelitian Untuk mengetahui metode pengembangan kreativitas anak penyandang cacat ganda di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu. E. Kegunaan Penelitian 1. Secara Teoritik Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan, khususnya pengembangan ilmu pengetahuan tentang Bimbingan dan Konseling Islam tentang Mahasiswadapat mengetahui tentang Landasan Religius dalam bimbingan konseling. b. Mahasiswa dapat mengetahui pelaksanaan Landasan Religius dalam praktek sehari-hari. . Agama (Religion) berasal dari kata Latin "religio", berarti "tie-up". Dalam bahasa Inggris, Religion dapat diartikan "having engaged 'God' atau 'The Sacred Power'. PertanyaanTentang Bimbingan Dan Konseling. Manajemen bimbingan dan konseling berbasis permendikbud nomor 111 tahun 2014. Di pendidikan kejuruan, pendidikan umum, pendidikan keagamaan, dan pendidikan khusus 2. Daftar Pertanyaan Untuk Guru Bk (1) from bimbingan konseling berikutnya, yaitu tentang tujuannya. 1.membantu mengembangkan kualitas keperibadian individu yang di SYcR. 0% found this document useful 0 votes181 views5 pagesDescriptionberisi tentang asas asas bimbingan dan konselingOriginal TitleAsas asas bimbingan konseling Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes181 views5 pagesAsas Asas Bimbingan KonselingOriginal TitleAsas asas bimbingan konseling Jump to Page You are on page 1of 5 ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELINGA. Asas Kerahasiaan Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikankepada orang lain, atau lebih-lebih hal atau keterangan yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasian ini merupakan asas kunci dalam usaha bimbingandan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggara atau pemberi bimbingan akan mendapat keparcayaan dari semua pihak, terutama penerima bimbinganklien sehingga mereka akan mau memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling dengansebaik-baiknya. Sebaliknya, jika konselor tidak dapat memegang asas kerahasiaandengan baik, maka hilanglah kepercayaan klien, sehingga akibatnya pelayanan bimbingan tidak dapat tempat di hati klien dan para calon klien, mereka takut untuk meminta bantuan, sebab khawatir masalah dan diri mereka akan menjadi bahangunjingan. B. Asas Kesukarelaan Proses bimbingan dan konseling harus berlangsung atas dasar kesukarelaan, baik dari pihak si terbimbing klien, maupun dari pihak konselor. !lien diharapkan secara suka danrela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa, menyampaikan masalah yang dihadapinya,serta mengungkapkan segenap fakta, data, seluk-beluk berkenaan dengan masalahnya itukepada konselor, dan konselor hendaknya dapat memberikan bantuan dengan tidak terpaksa. C. Asas Keterbukaan "alam pelaksanaan bimbingan konseling sangat diperlukan suasana keterbukaan, baik dari konselor maupun klien. !eterbukaan ini bukan sekedar bersedia menerima saran-saran dari luar, malahan lebih dari itu, diharapkan masing-masing pihak yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah . ndi$iduyang membutuhkan bimbingan diharapkan dapat berbicara sejujur mungkin dan berterusterang tentang dirinya sendiri sehingga dengan keterbukaan ini penelaah serta pengkajian berbagi kekuatan dan kelemahan si terbimbing dapat dilaksanakan. !eterbukaan disini ditinjau dari dua arah. "ari pihak klien diharapkan pertama-tamamau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat diketahui oleh konselor, dan kedua mau membuka diri dalam arti mau menerima saran-saran danmasukan lainnya dari pihak luar. "ari pihak konselor, keterbukaan terwujud dengankesediaan konselor menjawab pertanyaan klien dan mengungkapkan diri konselor sendiri jika hal itu memang dikehendaki oleh klien. "alam hubungan yang seperti itu, masing-masing pihak bersifat transparan terbuka terhadap pihak lainnya. D. Asas Kekinian %asalah indi$idu yang ditanggulangi ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan bukan masalah yang sudah lampau, dan juga bukan masalah yang mungkin akan dialamidimasa yang akan datang. Apabila ada hal-hal tertentu yang menyangkut masa lampauatau masa yang akan datang yang perlu dibahas dalam upaya bimbingan yang sedangdiselenggarakan itu, pembahasan tersebut hanyalah merupakan latar belakang atau latar depan dari masalah yang dihadapi sekarang, sehingga masalah yang sedang dialami dapatterelesaikan. Asas kekinian juga mengandung pengertian bahwa konselor tidak boleh menunda-nunda pemberian bantuan. Jika diminta bantuan oleh klien atau jelas-jelas terlihatmisalnya adanya siswa yang mengalami masalah, maka konselor hendaklah segeramemberikan bantuan. !onselor tidak selayaknya menunda-nunda memberi bantuandengan berbagai dalih. "ia harus mendahulukan kepentingan klien daripada yang dia benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk tidak memberikan bentuannya kini,maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan bahwa penundaan yang dilakukan itu justru untuk kepentingan klien. E. Asas Kemandirian Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan menjadikan si terbimbing dapat berdirisendiri, tidak tergantung pada orang lain atau tergantung pada konselor. ndi$idu yangdibimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri-ciri pokok mampu & '. %ampu mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya. %enerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. %engambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri*. %engarahkaan diri sesuai dengan keputusan itu +. %ewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya F. Asas Keiatan saha bimbingan dan konseling tidak akan memberikan buah yang berarti bila klientidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapat tujuan bimbingan dan konseling. asilusaha bimbingan dan konseling tidak akan tercapai denga sendirinya, melankan harusdengan kerja giat dari klien sendiri. !onselor hendaklah membangkitkan semangat kliensehingga ia mampu dan mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan dalam penyelesaianmasalah yang menjadi pokok pembicaraan dalam konseling. Asas ini merujuk pada pola konseling multidimensional yang tidak hanyamengandalkan transaksi $erbal antara klien dan konselor. "alam konseling yang berdimensi $erbalpun asas kegiatan masih harus terselenggara, yaitu klien aktif menjalani proses konseling dan aktif pula melaksankan/menerapkan hasil-hasilkonseling. G. Asas Kedinamisan saha pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki perubahan pada diri klien,yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Perubahan itu tidaklah sekedar mengulang hal yang lama, yang bersifat monoton, melainkan perubahan yang selalumenuju kesuatu pembaharuan, sesuatu yang lebih maju,dinamis sesuai dengan arah perkembangan klien yang dikehendaki. Asas kedinamisan mengacu pada hal-hal baruyang hendaknya terdapat pada dan menjadi ciri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasilnya. !. Asas Keter"aduan Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha memadukan berbagai aspek kepribadianklien. ndi$idu memiliki berbagai aspek kepribadian yang kalau keduanya tidak seimbang,serasi dan terpadu justru akan menimbulkan masalah. ntuk terselenggaranya asasketerpaduan konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien danaspek-aspek lingkungan klien, serta berbagai keadaan serasi dan saling menunjang dalamupaya bimbingan dan konseling. I. Asas Kenrmati$an Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 100% found this document useful 1 vote937 views20 pagesDescriptionasas dan prinsip bkOriginal TitleAsas Asas,Prinsip Bimbingan KonselingCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote937 views20 pagesAsas Asas, Prinsip Bimbingan KonselingOriginal TitleAsas Asas,Prinsip Bimbingan Konseling Asas Asas Bimbingan Konseling a. Asas kerahasiaan , yaitu asas BK yang menuntutdirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang pesertadidik konseli yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atauketerangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui olehorang lain. Dalam hal ini guru BK/Konselor berkewajiban penuhmemelihara dan menjaga semua data dan keterangan itusehingga kerahasiannya benar-benar terjamin. Contoh konselimemiliki masalah telah diperkosa, rahasia ini harus dijaga olehkonselor dan tidak boleh sampai bo!or. b. asas kesukarelaan, yaitu asas BK yang menghendakiadanya kesukaan dan kerelaan peserta didik konselimengikuti/menjalankan layanan/kegiatan yang diperuntukkanbaginya. Dalam hal ini guru BK/Konselorberkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaanseperti itu. Contoh konseli sakit hati karena dikirim oleh wakakesiswaan ke bk, dalam hal ini konseli masih dalam keadaanterpaksa, dan sebisa mungkin sebelum proses konseling konseliini harus sukarela dulu mau di konseling, tidak boleh pun harus sukarela. c. asas keterbukaan, yaitu asas BK yang menghendaki agarpeserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikapterbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikanketerangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerimaberbagai in"ormasi dan materi dari luar yang berguna bagipengembangan dirinya. Dalam hal ini guru BK/Konselorberkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didikKonseli. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranyaasas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri pesertadidik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. gar pesertadidik dapat terbuka, guru BK/Konselor terlebih dahulu harusbersikap terbukadan tidak berpura-pura. !ontoh konseli yang punya masalah teraniaya harus jujur mengatakan bahwa diateraniaya tidak berbohong mengalami masalah lain d. Asas kegiatan, yaitu asas BK yang menghendaki agarpeserta didik konseli yang menjadi sasaran layananberpartisipasi se!ara akti" di dalam penyelenggaraanlayanan/kegiatan BK. Dalam hal ini guru BK perlu mendorongpeserta didik untuk akti" dalam setiaplayanan/kegiatan BK yang diperuntukkan baginya. Contohkonseli akti" menjawab pertanyaan dari konselor,melaksanakan konseling dengan akti", dan konselimelaksanakan hasil konseling e. Asas kemandirian, yaitu asas BK yangmenunjuk pada tujuan umum BK, yaitu peseta didik sebagaisasaran layanan BK diharapkan menjadi indi$idu-indi$idu yangmandiri dengan !iri!iri mengenal dan menerima diri sendiri danlingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkanserta mewujudkan diri sendiri. %uru BK hendaknya mampumengarahkan layanan BK yangdiselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian pesertadidik. Contoh konseli yang mengalami masalah broken home,setelah proses konseling dapat mengatasi masalahnya sendiri,bisa mengambil keputusan, apa yang harus dia lakukan, dapatmengenal lingkungan, dst. f. Asas kekiknian, yaitu asas bimbinga menghendaki agarobyek sasaran layanan BK ialah permasalahan peserta didikkonseli dalam kondisinya sekarang. &ayanan yang berkenaandengan masa depan atau kondisi masa lampau dilihat dampakdan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yangdapat diperbuat sekarang. Contoh misal konseli saat inimengalami masalah kesulitan belajar, ya masalah konseli sekaranglah yang dibadaskesulitan belajar bukanmenyelesaikan masalah konseli yang telah lampau. g. Asas kedinamisan, yaitu asas BK yang menghendaki agarisi layanan terhadap sasaran layanan konseli yang samakehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terusberkembang serta berkelanjutan sesuaidengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu kewaktu. Contoh konseli yang mengalami masalah sering tidutsaat pelajaran, setelah proses konseling, konseli dapat berubahkearah yang lebih baik. tidak lagi tidur di kelas h. asas keterpaduan, yaitu asas BK yang menghendaki agarberbagai layanan dan kegiatan BK, baik yang dilakukan olehguru BK/Konselor maupun pihak lain, saling menunjang,harmonis dan terpadukan. 'ntuk inikerjasama antara guru BK dan pihakpihak yang berperanan dalam penyelenggaraanpelayanan BK perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenaplayanan/kegiatan BK itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Contoh memadukan lingkungan, keluarga, pergaulankonseli dengan masalah konseli. i. Asas kenormatifan, yaitu asas BK yang menghendaki agarsegenap layanan dan kegiatan BK didasarkan pada dan tidakboleh bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang ada,yaitu norma-norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat,ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. &ayanan dankegiatan BK harus dapat meningkatkan kemampuan pesertadidik konseli memahami, menghayati, dan mengamalkannorma-norma tersebut. Contoh jika dilingkungan konseli tidakmelarang berbon!engan dengan lawan jenis, maka pelayananbimbingan konseling tidak boleh melarang hal itu. JawabanAsas – asas bimbingan dan konseling tentu saja harus diterapkan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Penjelasan1. Asas KerahasiaanMerupakan asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan konseli yang menjadi sasaran layanan. Di mana data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain harus dirahasiakan oleh konselor. Dalam hal ini, konselor wajib secara penuh untuk memelihara dan menjaga semua data dan keterangan sehingga kerahasiaan benar- benar Asas kesukarelaanMerupakan asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli dalam mengikuti, menjalani layanan yang dibutuhkan bagi dirinya. Dalam hal ini konselor wajib membina dan mengembangkan kesukarelaan Asas keterbukaanMerupakan asas yang menghendaki konseli yang menjadi sasaran layanan bersifat terbuka dan tidak berpura- pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang bermanfaat bagi pengembangan hal ini konselor wajib untuk mengembangkan keterbukaan konseli. Keterbukaan ini sangat terkait dengan terlenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran layanan. Agar konseli dapat terbuka, konselor perlu terlebih dahulu untuk bersikap terbuka dan tidak berpura- Asas kekinianMerupakan asas yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling adalah masalah konseli dalam kondisinya sekarang. Layanan yang berhubungan dengan masa depan atau kondisi di masa lampaupun dilihat dampak atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang dilakukan Asas kemandirianMerupakan asas yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling yaitu konseli sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu yang mandiri dengan ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Konselor hendaknya mampu untuk mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta Asas kegiatanMerupakan asas yang menghendaki agar konseli yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. dalam hal ini konselor perlu untuk mendorong konseli untuk aktif dalam setiap layanan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan Asas kedinamisanMerupakan asas bimbingan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan dari waktu ke Asas keterpaduanMerupakan asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh konselor maupun oleh pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu9. Asas kenormatifanMerupakan usaha bimbingan dan konseling yang tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, adat, hukum, ilmu pengetahuan, maupun kebiasaan sehari- kenormatifan ini ditetapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma- norma yang ada. Demikian juga dengan prosedur, teknik, dan peralatan yang dipakai tidak menyimpang dari pada norma – norma yang dimaksudkan10. Asas keahlianMerupakan asas yang menghendaki agar layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan atas dasar kaidah – kaidah profesional. Dalam hal ini para pelaksana konseling hendaklah tenaga yang benar- benar ahli dalam bidang bimbingan dan konselor harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan Asas alih tangan kasusMerupakan asas yang menghendaki agar pihak – pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli mengalih tangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih Asas Tut Wuri HandayaniMerupakan asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi atau memberikan rasa aman, mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan, dan dorongan serta kesempatan yang seluas- luasnya pada konseli untuk maju.